Hilirisasi Pertanian di Bontang, Mentan Amran: Nilainya Setara Tiga Kali APBN!

Ekonomi

Bontang menjadi saksi pentingnya transformasi sektor pertanian Indonesia. Dalam kunjungannya ke kota ini, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan pernyataan mengejutkan namun penuh optimisme: nilai ekonomi dari hilirisasi tiga komoditas pertanian utama—kelapa sawit, kakao, dan karet—diperkirakan mencapai angka yang setara dengan tiga kali lipat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pernyataan ini bukan sekadar retorika, melainkan hasil analisis mendalam terhadap potensi ekspor dan nilai tambah yang bisa digali jika Indonesia fokus pada pengolahan lanjutan komoditas tersebut.

Hilirisasi, menurut Amran, adalah kunci untuk meningkatkan daya saing produk pertanian nasional di pasar global. Alih-alih hanya mengekspor bahan mentah, Indonesia harus berani mengolahnya menjadi produk jadi atau setengah jadi yang bernilai tinggi. Contohnya, kelapa sawit tidak hanya dijual sebagai CPO (Crude Palm Oil), tetapi diolah menjadi biodiesel, oleochemical, hingga kosmetik. Kakao bisa diolah menjadi cokelat siap konsumsi, bukan hanya biji kering. Sementara karet dapat dikembangkan menjadi berbagai produk industri, termasuk ban berkualitas tinggi.

Langkah strategis ini juga diyakini akan membuka lapangan kerja baru, mendorong investasi di daerah, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Di Bontang, yang dikenal sebagai kawasan industri strategis, integrasi antara sektor pertanian dan industri pengolahan dinilai sangat memungkinkan. Dengan dukungan infrastruktur dan kebijakan yang tepat, mimpi menjadikan pertanian sebagai tulang punggung ekonomi nasional bukanlah hal mustahil.

Bagi Anda yang ingin meraih cuan dari peluang besar ini—atau sekadar mencari hiburan seru—jangan lewatkan kesempatan bermain di Indobet, tempat di mana keberuntungan dan strategi bertemu!