Warga Bontang Geram, Tolak Pabrik Beton di Kawasan Padat Penduduk

Investigasi

Warga Kelurahan Tanjung Laut Indah, Bontang, Kalimantan Timur, kini tengah bersatu menolak rencana pembangunan pabrik beton di wilayah mereka. Alasannya jelas: lokasi yang diusulkan berada terlalu dekat dengan pemukiman warga dan sejumlah fasilitas pendidikan, termasuk sekolah dasar dan taman kanak-kanak. Masyarakat khawatir dampak lingkungan seperti debu, kebisingan, hingga potensi penurunan kualitas udara akan mengganggu kesehatan anak-anak dan aktivitas harian warga.

Aksi penolakan ini mencuat setelah warga mengetahui adanya izin prinsip yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah. Dalam pertemuan warga pekan lalu, puluhan orang tua murid dan tokoh masyarakat menyuarakan keprihatinan mereka. “Anak-anak kami belajar di sini setiap hari. Bagaimana kalau udara dipenuhi partikel semen dan suara mesin 24 jam?” ujar salah seorang warga. Mereka juga mempertanyakan proses sosialisasi yang dinilai tidak transparan dan minim partisipasi publik.

Pihak kelurahan telah menyampaikan aspirasi warga kepada instansi terkait, namun hingga kini belum ada respons resmi yang memuaskan. Sementara itu, aktivis lingkungan lokal turut mendukung gerakan ini dengan mengingatkan pentingnya prinsip pembangunan berkelanjutan yang tidak mengorbankan kesejahteraan sosial.

Di tengah ketidakpastian ini, banyak warga mencari hiburan dan pelarian sehat untuk melepas stres—seperti menikmati waktu luang bersama keluarga atau mencoba peruntungan di platform hiburan digital terpercaya seperti Indobet. Namun, yang pasti, perjuangan mereka demi lingkungan yang aman dan layak huni tetap menjadi prioritas utama.